TESTIMONI



ARSIH AMALIA CHANDRA PERMATA (RORO KABUPATEN MALANG TAHUN 2005)

Reporter TVOne

“……Ini berbeda, ini lebih dari sekedar paguyuban, saya belum pernah merasakan paguyuban yang sesolid ini!!!….”

 

 

Awal ketertarikan saya pada dunia pariwisata bermula dengan kegemaran saya traveling. berasal dari orang tua yang berlainan suku bangsa, ibu jawa dan bapak sumatera, membuat saya banyak melakukan perjalanan panjang ke beberapa wilayah di nusantara. sudah pasti pulau Sumatera menjadi salah satu destinasi utama saat hari raya.Berbekal kecintaan saya pada dunia traveling ini awalnya saya gemar mengikuti les tari di kota kecil tempat saya berkembang, Madiun.

Lia kecil begitu gemar dengan segala hal yang berkutat dengan kesenian. Saya sempat mengikuti les untuk tari modern dan tari bali, meski akhirnya les tersebut mandek di tengah jalan. Yaaa, itu kekurangan saya, saya sama sekali tidak suka dengan rutinitas.. Mandek dalam les bukan berarti saya berhenti mencintai dunia saya. Kini kesibukan si Lia kecil berubah, tak semata les, namun ia mengikuti beberapa lomba menari dan menggambar. Beberapa prestasi ia peroleh dalam bidang ini.

Meski menyukai kegiatan yang dinamis, saya merupakan pribadi yang tertutup. Hanya sedikit orang yang bisa menjadi sahabat saya. Ini karena saya mengutamakan kecocokan dan kenyamanan dalam berteman. Dalam belajar, bahasa Inggris menjadi salah satu pelajaran favorit saya, sebaliknya matematika menjadi momok mengerikan.. Rasanya pusiiiinggg sekali melihat angka-angka itu.. Untungnya meski memiliki keterbatasan di bidang eksakta, saya berhasil masuk sebagai salah satu murid di SMP 1, SMP terbaik di madiun, demikian seterusnya hingga masuk SMA, saya merupakan alumni pioneer SMA berbasis Internasional, yakni SMA 3 Madiun. Kekurangan saya di bidang Matematika bisa di cover oleh kelebihan di beberapa bidang lain. Sejauh ini menari masih menjadi hobby saya.. Oh ya!! hobby saya bertambah.. sejak SMP hingga SMA saya mulai menggemari bola basket dan rutin mengikuti beberapa latihan serta pertandingan-pertandingan.

Dengan bergabung bersama team bola basket ini lah saya mulai membuka diri, belajar mengenal dan berkompromi dengan pribadi baru, meski awalnya merasa canggung atau tidak nyaman. Banyak gesekan dalam usaha penyesuaian diri saya menjadi pribadi yang lebih dewasa dan menyenangkan.

Saat saya berada di bangku kelas II SMA lah saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pemilihan duta wisata. Satu-satunya alasan saya mengikuti pemilihan tersebut adalah: saya tidak mengetahui daya tarik wisata di kota saya dibesarkan ini. Atau dengan kata lainnya: “Apa sih yang menarik dari kota ini?” bermodal nekat karena memang ini event pertama yang saya ikuti, I had no idea!!! I haven’t any passion to be a winner on this event!! Tapi ternyata Alloh memberikan kesempatan saya sebagai Wakil II atau Juara III dalam pemilihan duta wisata tingkat Madiun itu..

Dari pengalaman ini lah, saya mulai mengenal banyak orang baru. Di tahun yang sama pula, yakni di tahun 2002 berbagai kepercayaan mulai saya dapatkan. Kepercayaan sebagai pembawa acara syukur alhamdulillah dipercayakan pada saya. Hingga akhirnya saya harus meninggalkan Madiun di akhir tahun 2004.

Perpindahan saya ke Malang turut merubah visi saya tentang masa depan. Di Malang ini saya mulai mengetahui bahwa pemilihan Duta Wisata ternyata ada tingkatannya. Mulai lah yang terlintas di benak saya: “Wah, mungkin nggak ya saya ikut pemilihan ke tingkat selanjutnya?”. Unfortunately di sisi lain ketentuan di kota asal saya menyebutkan hanya pemenang utama lah yang berhak mengikuti pemilihan ke tingkat provinsi. Maka untuk sementara angan-angan itu saya pendam saja.

Sembari menunggu pendaftaran Mahasiswa Baru, saya menghabiskan waktu dengan mengikuti les di salah satu lembaga pendidikan bahasa inggris dan menjadi penyiar magang di RRI Malang. Dalam tahun-tahun ini kegiatan non akademis saya begitu banyak. Selain radio, saya mulai dipercaya untuk menjadi presenter free lancer baik di TV lokal Malang maupun TV lokal Jawa Timur. Meski demikian pendidikan masih menjadi bagian terpenting dalam hidup saya. Merasa mulai menemukan kenyamanan di bidang yang saya geluti, saya memilih untuk meneruskan studi di FISIP Universitas Brawijaya, tepatnya di Jurusan Ilmu Komunikasi, Peminatan Public Relations.

Di Semester II saya mendapat info tentang adanya pemilihan duta wisata Kabupaten Malang. Aduuuhhhh,,rasanya pengeennn banget saya ikut pemilihan tersebut. Tapi sebagai warga baru di Malang kok rasanya terlalu dini untuk mengikuti pemilihan tersebut. Gimana nggak, yang saya tahu di Malang itu hanya Apel dan Baso nya. Keinginan ini sempat terpendam lagi. Meski disimpan dulu keinginan tersebut, saya mulai memperkaya informasi tentang potensi budaya dan pariwisata Kabupaten Malang.

Minggu demi minggu berlalu. Saya masih dalam posisi antara iya dan tidak untuk mengikuti kompetisi duta wisata untuk kedua kalinya. Saya ingat betul, hingga hari terakhir pemilihan di menit terakhir (sore menjelang malam sepulang kuliah), akhirnya saya membulatkan tekad dengan pertimbangan:

  1. Masa tugas saya di Madiun sudah berakhir
  2. Saya sudah memiliki beberapa informasi tambahan mengenai potensi budaya dan pariwisata di Kab. Malang
  3. Kalau tidak sekarang, kapan lagi kesempatan saya untuk mencoba kemampuan saya. gampangnya: iseng-iseng berhadiah lah.. kalo pun saya gagal paling tidak saya mendapat teman dan keluarga baru di kota perantauan ini.

Nahhh!! Formulir sudah ditangan.. Tapi tiba-tiba perasaan tidak percaya diri menghampiri saya.Pesertanya cantik-cantik dan ganteng-ganteng!! Ciut lah nyali saya.. Meski seciut-ciutnya, saya punya prinsip:Bodo deh gagal atau ngga!! Yang penting I do my best.. Bismillah..

Tahap demi tahap seleksi saya ikuti dengan seksama. Saya mulai nyaman dengan rekan-rekan yang menyenangkan. Seiring dengan rasa nyaman, target saya bergeser, yang saya pengen adalah menjalin kekeluargaan. Toh kalah pun sepuluh pasang finalis ini sudah menjadi pemenang diantara peserta yang lain.

Dari sekian kegiatan seleksi, interaksi dengan penduduk di wilayah kabupaten Malang dan riset (pembuatan makalah) menjadi item favorit saya. Mengapa demikian? Karena saya menikmati mengenal individu baru dan gemar mengamati lingkungan sekitar. Satu lagi yang menyenangkan… Saya bisa berlatih menari sepanjang hari selama karantina… Ohhh.. It was a very great time with u all guys!!..

Hingga hari H penobatan saya menemukan rasa nyaman dengan teman-teman finalis. Satu kalimat: Ini berbeda, ini lebih dari sekedar paguyuban, saya belum pernah merasakan paguyuban yang sesolid ini!!! Karena perasaan yang ringan tersebut, saya tidak meminta orang tua saya untuk datang ke Malang. Hanya doa restu yang saya minta dari Ibu Bapak di Madiun. Yaa.. mungkin saya termasuk finalis minoritas, finalis yang berjuang di akhir babak penentuan tanpa didampingi orang tua!!

Saya ingat betul, pertanyaan yang diajukan pada saya. Saat itu Bapak Rendra Kresna (beliau masih menjabat menjadi Wakil Bupati Malang) memberikan pertanyaan: “Apa yang akan kamu lakukan jika kamu terpilih menjadi Bupati Malang?”.. Alhamdulillah saya bisa menjawab dengan lancar… (Dan semoga saja jawaban saya tersebut bisa direalisasikan suatu saat nanti…)

Malam itu saya berkesempatan untuk menjadi  Roro Terpilih, Persahabatan dan Favorit.. Syukur Alhamdulillah..

Perjalanan tidak terhenti sampai disini. Saya harus mengatur waktu sedemikan rupa supaya bisa menjalankan tugas utama sebagai mahasiswa dan ‘marketing’ pariwisata. Dan satu lagi yang tidak ketinggalan: saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pemilihan tingkat provinsi, saya berkesempatan menjadi salah satu peserta di Pemilihan Raka-Raki 2006!!! It was amazing!! Tahun ini merupakan tahun perdana Kab.Malang mengirimkan wakilnya secara resmi.. Waduhhh, agak ketar-ketir juga rasanya.. ekspektasi tertinggi tentu dibebankan pada saya dan pasangan, Joko Rizky.

Untuk melengkapi persiapan kami, kami saling mendukung dengan memberikan tambahan informasi. Baik mengenai budaya dan pariwisata Kab. Malang maupun Jawa Timur. Dan, salah satu pembina tidak terlupakan adalah Mas Ricky.. I do love you so much masss…

Mas Ricky biasa memanggil saya gadis desa.. Hahahaha!!! Yaaa,,karena jangankan hair do.. Berias diri saja saya tidak bisa.. Dalam waktu yang relatif singkat mas ricky memberikan personal training pada saya.. Ada yang mau coba?? Haduuuu!!! Ketatnya bukan main.. Makan diatur, bicara diatur, semua diatur.. Pernah saya ‘lembur’ training karena keterbatasan saya untuk membuat sanggul khas Jatim… Tapi semua usaha, kalau serius ga ada yang sia-sia.. Alhamdulillah semua ilmu yang diberikan mas ricky terpakai hingga sekarang. Baik untuk berpenampilan maupun untuk berinteraksi dengan orang lain. Pesan beliau yang selalu saya ingat: “Lia sayang, first impression is necessary!!”..

Dengan bekal persiapan yang cukup dan dukungan orang-orang terdekat, meski bukan yang terbaik, Rizky bersama saya masuk ke jajaran 10 besar Raka-Raki 2006, dan alhamdulillah lagi-lagi saya dipercaya menjadi duta persahabatan…

Kalau ditanya, apa ruginya mengikuti Joko Roro.. Sepertinya hanya satu ruginya, yakni saya berada jauh di ibu kota hingga tidak bisa aktif mengikuti kegiatan paguyuban lagi.. Saya memberikan garansi, Joko Roro ini bukan sekedar organisasi, We’re a family!! Bergabunglah dan buktikan kata-kata saya tadi..

Waahhh, sepertinya testimoni saya ini panjang sekali… Tapi memang berbicara tentang Joko Roro itu selalu menyenangkan.. Kalau dibilang tugas apa yang tidak terlupakan, mungkin tugas mendampingi Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur Korea menjadi salah satu tugas paling berkesan untuk saya.

Ada pun tugas-tugas lain yang saya laksanakan selama menjabat adalah:

  •  Tamu daerah dalam acara “Travel Exchange” di Darmo Golf Surabaya
  •  Tamu daerah dalam acara “ Penyambutan Gubernur Gyong Nam-Korea”
  •  Tamu daerah pada acara “Rally” di Pantai Ngliyep
  •  Tamu daerah pada acara “Serah Terima Jabatan Kapolres” di Kepanjen
  •  Tamu daerah pada acara upacara adat suroan di Gunung Kawi
  •  Tamu daerah pada acara upacara adat suroan di Wendit
  •  Tamu daerah dalam acara ‘Launching Wisata Parlemen DPRD Jawa Timur”
  •  Tamu daerah dalam acara Majapahit travel Fair dan pemecahan rekor MURI untuk tari Jejer
  •  Tamu daerah dalam acara “Pemilihan Kangmas Diajeng Kota Blitar”
  •  Public Relations untuk Bapedal Jawa Timur dalam acara “Indonesia Environment Week” di Jakarta Convention Center
  •  Tamu daerah dalam acara “Pemilihan Kakang Mbakyu Kota malang”
  •  Tamu daerah dalam acara “Pemilihan Cak Yuk kabupaten pasuruan”
  •  Mendampingi Bupati kabupaten malang dalam acara “ Pekan Budaya Topeng Malangan” di Taman Mini Indonesia Indah-Jakarta
  •  Mendampingi Menteri Pekerjaan Umum, Joko Firmanto dalam acara “Peresmian Pembangunan Jalan Tol Surabaya Mojokerto”
  •  Tamu daerah dalam acara “Parade Wisata Nusantara” di Jembrana-Bali
  •  Pembaca nominasi acara “Anugerah Wisata Jawa Timur” di JTV
  •  Mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara “Peresmian Pengembangan Bandar Udara Internasional Juanda“
  •  Delegasi dari Raka-Raki Jawa Timur untuk acara “Pemberdayaan duta wisata” di Kalimantan Timur
  •  Presenter JTV dalam acara Mlaku-mlaku Anugerah Wisata Jawa Timur tahun 2007
  •  Presenter Batu TV dalam acara 17 Days of Running Thru Cinemax Café
  •  Presenter acara “HUT Pindad” Kabupaten Malang
  •  Presenter acara ”Sisi Lain dalam Strategi Bisnis Timur” Dhamma TV
  •  Master of Ceremony Pemilihan Joko Roro Kabupaten Malang
  •  Master of Ceremony Pemilihan Kang Yuk Kota Probolinggo
  •  Master of Ceremony Kampung Yamaha JTV (off air)
  •  Master of Ceremony dalam Gathering seluruh Kantor Cabang BRI wilayah Jawa Timur.
  •  Master of Ceremony Shinzui di Matos
  •  Master of Ceremony Launching Marknauf Restaurant and Cafe Probolinggo.
  •  Master of Ceremony Pelantikan DPD Katalya Malang di Gedung Krida Budaya Malang.
  •  Presenter Mlaku-Mlaku Anugerah Wisata Jawa Timur JTV Tahun 2009.
  •  Master of Ceremony Glam in West’n East Malang Olympic Garden.
  •  Master of Ceremony XL SMS Heroes di Malang Town Square
  •  Master of Ceremony Protokoler DPRD Kabupaten Malang
  •  Master of Ceremony Pemilihan Gus dan Jeng Kabupaten Blitar
  •  Master of Ceremony Gathering “3” (Three)
  •  Master of Ceremony Gathering Real Estate Indonesia Komisariat Malang
  •  Master of Ceremony “Launching Blackberry Gemini” Telkomsel
  •   Master of Ceremony acara reguler yang diselenggarakan oleh Star Organizer di Matos
  •  Dewan Juri Pemilihan Joko Roro tahun 2010
  •   Pemateri Public Speaking di Pemilihan Joko Roro 2010

Mungkin tidak semua pengalaman kerja bisa saya tuliskan.. Yang jelas, Joko Roro sudah mengantarkan saya menjadi Duta Wisata, bukan duta wisata yang hanya berbekal selempang tersenyum menyapa para tamu namun a full value tourism ambassador!! Oh ya, Joko Roro juga menjadi salah satu sarana yang menunjang karir saya saat ini.. Bergelut dibidang penyiaran membuat saya harus berkeliling ke penjuru nusantara (alhamdulillah diberi pekerjaan yang sesuai dengan hobby). Dari Joko Roro ini lah saya memperoleh banyak relasi dari berbagai daerah, yang banyak membantu informasi mengenai item liputan saya..

Itulah kira-kira perjalanan hidup saya. Terima kasih Joko Roro sudah menemani langkah saya sejauh ini.. Masih banyak mimpi yang ingin dicapai.. Mari kita berjalan bersama untuk meraih impian tersebut.. You can if you believe you can!!!

Think positive so you’ll get positive things

–Fortuna Favi Fortus–

With Love,

Roro Amalia Permata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s