Image

PARADE PANGAN NUSANTARA 2014 “Harmonisasi Berbagai Kalangan dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan Indonesia”


ImageKamis, 16 Januari 2014, merupakan hari yang paling ditunggu-tunggu oleh warga Malang Raya dan sekitarnya. Berlokasi di salah satu lapangan di kota Malang yaitu Lapangan Rampal diselenggarakan event berskala Nasional. Berjajar berbagai stan makanan dan hasil produksi khas mulai dari ujung Timur hingga Ujung Barat Lapangan Rampal. Acara yang diselenggarakan selama 5 hari hingga tanggal 19 Januari 2014 akan diramaikan dengan hiburan-hiburan menarik serta pengunjung dapat menikmati wisata kuliner dari berbagai daerah seluruh penjuru Indonesia.

Parade Pangan Nusantara yang dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari Pejabat TNI, Bupati se-Jawa Timur, serta pejabat SKPD yang telah sibuk mempersiapkan setiap stan-stannya sejak Rabu pagi. Dari masing-masing perwakilan yang dikirim dari tiap Daerah dan Provinsi seluruh Indonesia, diwajibkan menghadirkan produk-produk khas dan jajanan yang unik..

Diawali dengan atraksi menarik dari Drumband AAL yang kerap dipanggil Genderang Suling Gita Jala, para pengunjung juga menikmati acara pembukaan yang diisi tarian-tarian tradisional dari berbagai daerah. Setelah tepat pukul 19.00 WIB acara dibuka oleh Panglima TNI Jendral Moeldoko sebagai pelindung kegiatan bersama dengan menteri Pertanian RI Ir.H Suswono, MMA.

Pembukaan yang juga ditandai dengan adanya Pemecahan Rekor MURI Pembuatan Tempe terlebar se-Indonesia yang dilaksanakan pada hari pertama. Dengan lebar 6×9 meter tempe tersebut memecahkan rekor MURI sebagai tempe terlebar dan dijual dengan harga Rp 500.000,- dalam ukuran aslinya.

Kabupaten Malang sebagai salah satu Kabupaten yang menjadi tuan rumah acara ini juga mempersiapkan hasil-hasil produksi pangan unggulan yang unik. Stan Pemerintah Kabupaten Malang berada di deretan paling Timur lapangan Rampal bersebelahan dengan stan dari Pemerintah Kota Malang dan Kota Batu. Roro Intan, Roro Yolanda, Joko Bimo, dan Joko Michael dari PAKAR yang bertugas ikut menyambut para tamu yang datang ke stan Kabupaten Malang. PAKAR memfasilitasi pengunjung yang datang ke stan dan ingin mengetahui tentang apa saja hasil pangan dari Kabupaten Malang.

Image

Di depan stan kebanggaan dihiasi dekorasi dengan suasana pedesaan yang nyaman dan asri, ditambah dengan hiasan berbagai buah-buah segar dari berbagai daerah di Kabupaten Malang. Buah Naga, Jeruk Manis Dau, Salak, Apel Poncokusumo menjadi komoditi pangan unggulan Kabupaten Malang. Tidak kalah menarik, minuman, makanan dan kue hasil olahan tepung singkong dan ketela (telo) juga sangat menarik untuk dinikmati seperti Burger Telo, Piknik Roll Telo, Sate Daun Singkong. Selain tampilan yang unik, para penyaji juga mengunggulkan produk berdasarkan kualitas dan cita rasa yang baik.

Tidak hanya produk makanan dan minnuman yang langsung dapat dinikmati, namun juga ada bahan pangan seperti beras hitam, tiwul instan yang dapat dibeli oleh para pengunjung sebagai buah tangan yang unik dan menyehatkan. Khasiat beras hitam sebagai salah satu produk pangan unggulan dari Kabupaten Malang sudah terkenal di berbagai kalangan yaitu sebagai obat bagi penderita Diabetes(Kencing Manis).

Selain itu juga terdapat ALKUTEN yang menjadi ciri khas stan Kabupaten Malang. Albumin Kuthuk Endang (ALKUTEN) merupakan produk yang dapat diinikmati juga sebagai produk kesehatan yang berbahan dasar sari ikan patin(kuthuk). Produk ini memiliki berbagai khasiat karena menurut para ahli Albumin yang terdapat di dalam sari ikan patin juga merupakan sumber protein tinggi. Dengan harga yang cukup terjangkau pengunjung tidak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam untuk menikmati produk-produk buatan khas dari Kabupaten Malang.

Guna Promosi Pariwisata serta Promosi Pangan Indonesia, peran serta pemerintah, aparatur negara dan berbagai kalangan masyarakat turut menunjang keberhasilan dalam acara ini. Kedatangan para tamu daerah diiikuti oleh Duta Wisata masing-masing daerah menjadi ajang promosi secara besar-besaran. Paguyuban Joko Roro juga turut andil dalam membantu peran Dinas terkait guna terlaksananya acara ini dengan baik. Sebagai agen pariwisata yang dituntut mengenal daerah asal dengan baik diharapkan pula para duta wisata dapat menjadikan acara ini sebagai sumber pengetahuan tambahan sehingga dapat menunjang pengembangan kreatifitas setelah acara ini berakhir dan kembali ke daerah masing-masing. Salam Pariwisata! (PAKAR/Roro Intan Ayu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s