The International Homestay Promotional Fair 2013 – Sawahlunto Sumatera Barat


971466_665746276776268_459865708_nThe International Homestay Promotional Fair 2013 yang diadakan di Gedung  Pusat Kebudayaan Sawahlunto  – Sumatera Barat pada tanggal 11-13 Juni 2013 merupakan seminar internasional yang dihadiri oleh 10 Negara ASEAN yaitu Brunei Darussalam, Kamboja , Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura , Thailand, dan Vietnam. Masing-masing negara mengirimkan delegasi yang ditugaskan untuk mewakili negaranya dalam menyampaikan materi tentang homestay yang ada di negaranya. Salah satunya yaitu Indonesia di bawah naungan Kementrian  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang juga turut ambil andil dalam mejadi peserta atau delegasi seminar ini dengan mengangkat homestay di GubugKlakah sebagai materi utama.

Acara yang dibuka dan diresmikan oleh walikota Sawahlunto ini terdiri atas dua seminar yang diadakan dalam sehari pada tanggal 11 Juni 2013 yaitu seminar homestay seperti yang disebutkan di atas dan ASEAN Workshop on Cultural Heritage Tourism. Rangkaian acara selanjutnya setelah seminar yaitu city tour. Bersama dengan rombongan Kementrian  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Joko Aditya Yanuar dan Roro Riesta Devi turut serta di dalamnya.

Rute pertama diawali dengan mengunjungi wisata belanja di Sawahlunto yaitu Kampung Tenun Songket Silungkang yang merupakan tempat pembuatan langsung kain tenun mulai dari proses pembenangan sampai penenunan. Kemudian menuju pabrik kopi khas warga Sawahlunto yang pembuatannya masih sangat tradisional dan aromanya sangat khas. Setelah itu, para rombongan menuju ke tempat wisata Sawahlunto dan berkeliling Kota Sawahlunto dengan menaiki kereta kelinci. Tempat wisata yang kami kunjungi pada saat itu adalah Museum Kereta api, Museum Gudang Ransum, dan Museum Lubang Mbah Suro.

Rangkaian acara dalam sehari tidak berhenti sampai di situ saja, masih ada gala dinner yang diadakan pada malam harinya di halaman Museum Kereta api dimana setiap negara menampilkan persembahan dari negaranya masing-masing. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang menampilkan Sendratari Kendedes dan Kenarok yang dibawakan oleh Roro Devi dan Joko Adit. Kemudian disambung oleh tarian Kridoretno yang dibawakan oleh para penari lainnya. Penampilan dari Kabupaten Malang mendapat apresiasi dan sambutan yang meriah dari masyarakat Sawahlunto beserta para delegasi dari 10 negara ASEAN.

1011860_678401248844104_1622668564_nAcara pada tanggal 12 Juni 2013 yaitu outbond yang merupakan salah satu rangkaian acara dari seminar tersebut. Para delegasi diajak untuk berwisata sekaligus merefresh pikirannya dengan mengunjungi desa wisata Rantih.  Menyeberangi sungai yang indah yang memerlukan waktu sekitar 5 menit merupakan syarat agar bisa sampai ke Desa Wisata Rantih. Kedatangan kami disana disambut ramah oleh para warga yang memainkan musik bernuansa khas Sumatera Barat dan alangkah senangnya, kami bisa bergabung di tengah-tengah mereka untuk bersama-sama memainkan musik berirama khas Sumatera Barat tersebut. Acara inti disana adalah Sarasehan The International Homestay Promotional Fair yang merupakan lanjutan dari sesi tanya jawab dari seminar yang dilakukan pada hari sebelumnya dan dikemas menjadi sebuah acara yang santai dan tidak membosankan,dimana setiap negara membahas tentang keunggulan dan kekurangan tentang homestay di negara mereka masing-masing serta saling bertukar ide serta solusi di dalamnya. Setelah sarasehan selesai, para delegasi diperkenankan mencicipi masakan khas tiap negara ASEAN. Selanjutnya, para delegasi disambut dengan “makan bajamba” yaitu makan di atas jamba/nampan yang besar secara bersama-sama yang merupakan kebudayaan khas Sawahlunto dan diadakan untuk menyambut tamu – tamu / perayaan hari-hari besar.

Sampailah akhirnya pada penghujung acara tanggal 13 Juni 2013 yaitu dilaksanakannya acara penutupan The International Homestay Promotional Fair 2013 ini. Ucapan terimakasih yang sebesar-besarmya diucapkan dari masing-masing negara kepada Indonesia dan suasana haru pun terasa pada hari itu. Indonesia patut berbangga karena telah menjadi tuan rumah dalam acara internasional tersebut terlebih lagi Kota Sawahlunto yang sampai saat ini dikenal dengan kota yang memiliki beribu warisan dan sejarahnya (heritage). (Roro Riesta Devi/PAKAR)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s