Desa Mandiri Energi Pro-iklim, Wisata Edukasi Lingkungan


Terletak di salah satu desa di pinggir kota Kepanjen. Desa Talangagung dinamakan Desa Mandiri Energi Pro-iklim, karena desa ini mampu mengubah sampah menjadi biogas dan sudah digunakan oleh warga desa tersebut dan masyarakat sekitar. Menempati lahan seluas 2 hektar, tidak terlihat gunungan sampah sebagaimana pemandangan umum di TPA. Sejak memasuki kawasan ini hingga sampai ke lokasi inti, pengunjung bisa menikmati hamparam pemandangan kebun organik, beraneka tanaman hias dan pohon-pohon rindang di TPA, deretan pohon-pohon keras sebagai “GREEN BELT”  di area tersebut. Fasilitas yang tersedia di kwasan ini juga lumayan lengkap, tapi juga masih dalam tahap pengembangan karena objek wisata ini juga masih baru.

Untuk menuju pusat lokasi, pengunjung dapat menemui jalanan beraspal mulus, suasananya tidak panas, dapat diakses dengan berbagai sarana transportasi, pribadi maupun umum. Jika pengunjung lebih memilih menggunakan sarana transportasi umum untuk menuju desa Talangagung, pengunjung dapat menaiki angkutan umum berwarna biru muda jurusan Kepanjen-Gunung Kawi dari pusat kota Kepanjen, setelah perjalanan sekitar 3-4 kilometer selama 5-10 menit (Kalau lancar), kita bisa segera menuju lokasi, sedikit memasuki perkampungan penduduk yang akan menunjukkan secara jelas kepada pengunjung.

Saat memasuki kawasan tersebut, di pintu masuk dapat dijumpai oleh para pengunjung sebuah bengkel kerja dengan berbagai peralatan biogas yang canggih. TPA ini juga menjadi tempat Laboratorium Pengembangan dan Penerapan Teknologi Persampahan sekaligus sebagai obyek wisata edukatif.  Warga setempat maupun pengunjung bisa mendapatkan energi biogas secara gratis seperti mengisi tabung LPG.

Di tempat pula dapat disaksikan bagaimana sampah bau dan dimusuhi itu ternyata dapat di sulap menjadi energi biogas untuk kompor, ofen, pemanggang sate, pompa air, petromax, mesin pencacah sampah, mesin pemilah sampah, genset, pembangkait listrik 22KVA bernama Brajak Saluki. Juga ada beberapa drum yang zdi siapkan sebagai percontohan pemanfaatan gas metana skala rumah tangga. Serta garasi armada alat-alat berat dan tempat pencucian armada.

TPA ini menerima pembuangan sampah dari sekitar 87 TPS yang tersebar di Sembilan kecamatan di Kabupaten Malang, dengan jumlah rata-rata volume sampah 141 meter kubik. Dengan sistem Rotary Sanitary Landfill, tidak ada tumpukan sampah yang menggunung. Begitu sampah datang, ada yang langsung dimasukkan dalam lubang timbun sedalam 12 meter yang sudah dipasangi alat penangkap gas metan, pipa pengalir air lindi, sehingga semakin sampah menumpuk semakin banyak gas yang dihasilkan.

Lubang-lubang (Zona) penampung sampah itulah yang menyebabkan sampah tidak menggunung. Ada juga sampah yang begitu datang langsung digilas dengan alat berat sehingga berkurang volumnya secara cepat, kemudian ditimbun dalam lubang yang sudah dipasangi saluran pengalir air lindi dan penangkap gas metan. Apalagi di TPA ini juga ada alat pemisah sampah yang digerakkan oleh energi biogas, sehingga langsung terpisahkan antara sampah organik dan sampah-sampah padat seperti plastik, kaca, kayu, besi dan sebagainya.

Manakala sampah-sampah organik itu sudah tidak potensial lagi gas metana lantas dimanfaatkan untuk diolah menjadi pupuk kompos. Nah pengadaan kompos inilah yang menjadikan kawasan TPA ini juga terdapat kebun organik, aneka tanaman hias, sayur mayur yang kesemuanya menggunakan pupuk yang terbuat dari sampah. Sedang sampah an-organik, sudah ada belasan pemulung yang siap menampungnya dan terorganisasi dalam Bank sampah yang juga terdapat dalam area TPA ini.

Tidak perlu dikhawatirkan terjadi pencemaran air tanah akibat aliran air lindi, karena sudah dipersiapkan sumur pemantau air lindi agar tidak berdampak pencemaran terhadap air tanah. Lagi pula, di sekeliling areal TPA sudah dipagari dengan apa yang disebut Green Belt, yaitu deretan pepohonan yang terdiri dari trembesi, sengon, jati dan sebagainya yang berfungsi sebagai filter air lindi dan sekaligus penangkap gas CO2 yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah. Maka udara yang berhembus di areal TPA ini sudah dikondisikan sebagai udara yang segar dan bukan bau busuk akibat sampah.

Dari serangkaian proses pengolahan sampah yang terjadi di TPA Talangagung ini menjadikan TPA malah “kekurangan sampah” sebagai bahan baku BIOGAS. Memang semua TPS yang membuang sampah ke tempat pembuangan sampah ini belum melakukan pemisahan sampah organik dan non-organik, bayangkan kalau mereka melakukan pemisahan tersebut. Sehingga TPA Tlangagung ini bukan lagi sebagai tempat akhir pengumpulan sampah, melainkan mejadi Laboratorium Teknologi Pengolahan Sampah dan Wisata Edukatif.

Jadi, yang namanya objek wisata, bukan hanya berupa pemandangan alam, gunung, dan pantai serta atraksi budaya, melainkan juga tempat pembuangan yang sudah diubah menjadi tempat Pengolahan Sampah.  Sebuah perubahan PARADIGMA yang kurang benar terhadap obyek wisata yang telah ada.( by Roro Intan)

3 responses to “Desa Mandiri Energi Pro-iklim, Wisata Edukasi Lingkungan

  1. Lokasi TPA Talangagung di mana ya spesifiknya? soalnya tadi nyari muter2 ga ketemu2. Setelah tikungan samsat itu ke arah mana?

    • Lokasi di desa talangagung, kecamatan kepanjen Kabupaten Malang, dari pusat kota kepanjen jalan ke arah barat sekitar 3 km melalui jembatan metro, settelah itu akan menemui perempatan setelah terminal talangagung, ambil arah gunung kawi, sekitar 500 m cari gang pertama sebelah kanan jalan, depan gang tsb ada SD Negeri Talangagung II , masuk gang dan ikuti rambu dan bisa tanya pada warga sekitar

  2. Terimakasih dan salut bagi yang membuat ruangan ini yang sangat bermanfaat dengan demikian dapat menjadikan rujukan bagi yang peduli terhadap lingkungan untuk bisa berbuat.Ini merupakan salah satu ilmu yang bermanfaat. . . . .. do’aku buat anda . . . . . . SAMPAH… Semoga Allah Melimpahkan Pahala Atas Hambanya . . . . Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s