840 Peserta Tampilkan Kesenian Khas


Kepanjen (1/6)-Jambore Pemuda Indonesia (JPI) rupanya benar-benar dimanfaatkan sebagai ajang pertukaran pengetahuan kebudayaan dan semangat persatuan.

Kepanjen (1/6)-Jambore Pemuda Indonesia (JPI) rupanya benar-benar dimanfaatkan sebagai ajang pertukaran pengetahuan kebudayaan dan semangat persatuan. JPI yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen mulai 1-6 Juni tersebut bakal diwarnai art performance dari masing-masing propinsi mulai besok Kamis (2/6) pada pukul 19.00-22.00 WIB.

Seperti diungkapkan Dharmawan, anggota kontingen asal Aceh, kontingennya akan menampilkan tarian Saman khas aceh. Lain halnya dengan Bernardus Sayori, anggota kontingen Papua Barat mengaku telah menyiapkan sebuah tarian perang berlatarbelakang kisah sedih.”Kami telah menyiapkan tari Arfat. Tari ini mengisahkan kesedihan anak karena orang tuanya telah meninggal akibat perang antar suku,” katanya Rabu (1/6).

Sementara itu, Marteen, anggota kontingen Jawa Barat menandaskan akan menampilkan tarian unik Renggong Nyentrik. “Tari ini merupakan karya bersama kami kontingen Jawa Barat,” ujarnya.

Selain tari-tarian, JPI juga dijadikan ajang promosi produk khas daerah masing-masing. Kontingen Aceh misalnya, mereka menyuguhkan aneka kerajinan khas aceh, serta produk minuman seperti kopi. “Kopi Aceh mempunyai rasa yang khas karena pemrosesannya yang berbeda dari kopi lain,” kata Dr.H.Mustamam,Kabid Kepemudaan, Dinas Olahraga NAD (Nanggroe Aceh Darussalam).

Produk khas Papua tak kalah unik. Aneka topi dan busana yang terbuat dari kulit kayu ditampilkan di stan mereka. Sayangnya, ukiran khas Papua tak bisa ditampilkan di stan mereka.”Kami sebenarnya ingin membawa serta kerajinan ukiran. Tapi cukup sulit membawanya karena ukurannya cukup besar,” kata Bernardus Sayori yang mengaku asli Manokwari itu.

Zulharman, Sekjen PPMI (Purna Prakarya Mandiri Indonesia) mengatakan, peserta JPI yang berjumlah 840 itu masing-masing memang akan menampilkan kesenian khas. “Ini merupakan bentuk semangat persatuan yang diusung JPI,” paparnya.

Zul mengakui, JPI yang dijadikan ajang promosi ini memang tepat. Menurutnya, JPI menciptakan jaringan kerja antar pemuda propinsi untuk memasarkan berbagi produk.”Jaringan yang terbentuk inilah yang nantinya akan bermanfaat untuk memasarkan produk unggulan daerah.

Ditanya tentang sisi khas JPI, Bang Zul mengatakan, peserta JPI rata-rata telah lulus SMU, sedang kuliah atau sudah bekerja. “Sebagian merupakan anggota karang taruna dan sebagian lain merupakan anggota organisasi kepemudaan,” tukasnya. (Humas/Ali SM)

Sumber : http://jpi.malangkab.go.id/newsdetail.php?id=11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s