Warga Tengger Labuh Sesaji di Kawah Bromo


28 Jan 2011 17:44:17| Budaya & Pariwisata
Penulis : Musawir M
Warga Tengger Labuh Sesaji di Kawah Bromo

Pasuruan – Warga Suku Tengger dari Brang Wetan (Probolinggo), dan Brang Kulon (Pasuruan) melaksanakan ritual labuh sesaji di puncak kawah Gunung Bromo, Jawa Timur, Jumat.

Ritual sesaji diawali dari Watu Dukun Laut Pasir dengan menggunakan media “jaran kepang” (Jatilan) yang pemainnya mengalami trans (kemasukan roh). Selama prosesi ritual wartawan dilarang mengambil gambar.

Ritual yang diwarnai suasana magis itu kemudian bergerak menuju ke puncak kawah Gunung Bromo yang didahului oleh pemain jaran kepang (kuda lumping) yang trans sebagai pembuka jalan.

Puncaknya, warga Suku Tengger kemudian melabuh sesaji berupa kambing kendit, ayam, serta palawija, dan palawiji ke puncak Gunung Bromo yang terus bergemuruh karena aktivitasnya sedang meningkat.

Data di Pos Pantau Gunung Bromo di Cemorolawang, Ngadisari, Probolinggo mencatat aktivitas Gunung Bromo hari itu mengalami gempa tremos terus menerus dengan amplitudo
38-40 mm, dan tinggi asap yang berwarna kelabu tebal kecoklatan.

Abu vulkanik Gunung Bromo kemudian terbawa angin ke arah timur dengan suhu 18 derajat. Disebutkan,letusan tidak ada, tapi suara gemuruh disertai dentuman sedang hingga keras.

Secara visual saat Gunung Bromo terus bergemuruh hanya mengeluarkan asap putih tipis, tapi saat terjadi suara dentuman bersamaan terlihat ada material bebatuan vulkanik yang terlontar dan jatuh kembali ke dalam kawah.

Kondisi tersebut menjadikan suasana “miris” dan magis selama prosesi ritual labuh sesaji berlangsung. Sebaliknya, seiring dengan usainya prosesi ritual labuh sesaji, suara gemuruh Gunung Bromo juga berhenti seketika.

Kepundan kawah Gunung Bromo berubah hanya mengeluarkan asap berwarna kelabu tebal kecoklatan. Abu vulkanik kemudian terbawa angin ke arah timur.

Tokoh masyarakat Suku Tengger dari Tosari Pasuruan, Trisno Sudigdo menjelaskan, ritual labuh sesaji ke kawah Gunung Bromo diiikuti oleh warga Suku Tengger dari Brang Wetan (Probolinggo), dan Brang Kulon (Pasuruan).

Trisno Sudigdo menyebutkan, prosesi ritual yang dilaksanakan bersama tersebut sebenarnya ada dua keinginan bagi warga suku Tengger di Gunung Bromo.

Sumber : http://www.antarajatim.com/lihat/berita/54254/warga-tengger-labuh-sesaji-di-kawah-bromo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s